Dari Aku Untuk Diriku
Teruntuk diriku, Maafkan aku.
Ribuan atau mungkin jutaan kali telah menyakitimu.
Saat yang lain menyakitimu mu, merendahkan mu, memaki mu, bahkan meninggalkan mu...dimana hanya dirimu satu-satunya yang tersisa, justru kamu juga menyalahkan dirimu.
Seberapa sakitnya dirimu, kamu mengacuhkannya dan menyembunyikan dari yang lainnya.
Saat yang lainnya, bangga akan dirinya sendiri...Justru kamu menutup diri serapat mungkin agar tak diketahui.
Bukankah luka harusnya di obati ? entah kenapa kamu memilih sebuah plester luka untuk segera di tutupi.
Damai dengan diri sendiri bukanlah hal yang mudah dilakukan. Dilakukan lalu gagal, dilakukan lalu gagal hingga berkali-kali. Itulah kenapa beberapa manusia yang putus asa benar-benar memilih pergi dari dirinya dan tak mungkin bisa kembali lagi.
Untuk diriku, aku memang membencimu.
Untuk diriku, aku memang tak pernah memperdulikanmu.
Sekali lagi, untuk diriku, aku memang tak pernah menganggap dirimu ada.
Bahkan meskipun hidupmu seperti rumput liar yang berkali-kali di pangkas.. Tapi untuk diriku, bisakah kamu terus bertahan.
Bertahan hingga memang akhirnya kamu adalah akhir dari Takdir Tuhan.




Dasein, kamu happy :)
BalasHapus