Takdir dan kamu


Perasaan yang akhirnya di takdirkan untuk tidak bersatu, juga memberi pelajaran.
Seperti TAKDIR TUHAN sungguh KEMUTLAKAN.


Memutuskan menyelam bahkan hingga tenggelam.
Berharap menemukan dasar dalam dirimu yang sama sejalan.
Namun ternyata dirimu telah jauh berjalan dalam perbedaan.
Berharap mengikutimu dari belakang mengubah menjadi kemungkinan, tapi ternyata hanya kemustahilan.


Hingga tiba dimana aku harus menarik diriku kembali, untuk memberimu kepastian.
Bahwa, yang pasti mengenalmu bukanlah penyesalan, mengenalmu ialah KEAJAIBAN yang baiknya harus KUTINGGALKAN.

_Selamat tinggal_

Komentar

Postingan Populer